Langsung ke konten utama

Pulau Sampah

-Farizki Hapsoro

Bisa kita pantau dunia masa kini mempunyai banyak sekali isu lingkungan yang sedang terjadi di seluruh penjuru bumi. Mulai dari langit sampai dalam air pun mempunyai masalah masing-masing. Dari mulai polusi dan gas emisi di udara lalu limbah sampai sawit di daratan, hingga akhirnya pada sampah-sampah di lautan. Dari sekian banyak permasalahan lingkungan tadi, kali ini saya akan berfokus membahan tetang dunia bawah air atau lautan.

Kita sering menjumpai kata-kata "Lautan sampah" dalam pembicaraan kita sehari-hari, namun sekarang lautan sampah bukan merupakan sebuah ungkapan belaka yang berarti sampah yang menumpuk di suatu tempat maupun sampah yang berserakan dimana-mana. Lautan sampah sekarang sudah menjadi sebuah kenyataan dibuktikan dengan banyak dokumentasi yang menunjukkan bahwa laut sekarang dipenuhi dengan sampah. Bahkan jika dilihat dari foto-foto yang ada di internet bisa kita bayangkan bertapa kotornya lautan itu sekarang. bayangkan, kita saja yang notabenya bukan penghuni lautan terganggu melihatnya bagaimana dengan para ikan dan mahluk laut yang menjadi penghuninya. banyak sekali mahluk laut yang menjadi korban dari keteledoran(?) mahluk-mahluk berakal di daratan. banyak ditemui juga hewan-hewan yang mati diakibatkan oleh para sampah yang menjadi pulau di lautan yang seharusnya biru ini. lalu bagaimana cara kita untuk membantu para penghuni asli dari lautan ini? yang jelas adalah kesadaran dari diri kita masing-masing yang paling penting. Dari hal kecil yang paling sepele yang harus kita terapkan pada pribadi kita adalah "membuang sampah pada tempanya". karena dengan kita membuang sampah pada tempatnya maka kita mengurangi sampah yang akan terjun ke laut. Setidaknya walaupun kita belum bisa memberantas secara total setidaknya kita sudah menguranginya.

Dengan menanamkan kesadaran pada pribadi masing-masing maka kita akan lebih hati-hati dalam melakukan sesuatu. yang diperlukan untuk menangani masalah seperti sampah menjadi pulau di laut ini bukanlah seseorang yang sudah sempurna, melainkan orang-orang yang yang belum sempurna tetapi mau melakukan hal yang kecil.

Komentar